Selasa, 06 Juli 2010

061009-060710

happy 9month current relatinship, mbul.. ^^
klo ibarat ibu mengandung,
9 bulan itu udah waktunya si jabang bayi keluar..
klo dihubungin sama kucing,
angka 9 itu jumlah nyawanya kucing..
klo kata banyak orang,
9 itu angka keberuntungan..
sementara kata guru matematika,
9 itu angka unik, berapapun kelipatan 9 klo dijumlah tetep balik ke 9..
klo kataku..
aku bahagia telah bersamamu 9 bulan ini..



everyday i love you.. :)

Minggu, 04 Juli 2010

*aku suka caramu*



aku suka yang biasa-biasa saja..
yang asli jawa bukan blesteran anggora atau persia,
yang perutnya membuncit tiap selesai makan..
yang terlambat membalas sms karena hape silent..
atau yang selalu lupa tanggal jadian kita..

aku suka caramu..
yang cuma membawakanku nasi goreng gak pake saos ke kostku tengah malam pas aku ngambek..
yang cuma bisa nganter tahu tempe mentah pas aku bokek..
ataupun saat kita harus urunan buat bayar makan dan nonton..

aku suka kamu..
aku suka caramu..
aku suka kamu yang biasa-biasa saja..
tapi punya sejuta cinta luar biasa untukku..



*dedicated to :
my lovely kucing gembul dudulpret..
loving you as always, darling..

Rabu, 07 April 2010

“Pahlawan : Dulu, Kini dan Nanti”

oleh Rachma Bhakti Utami

“Mereka muncul di saat-saat sulit
.
Mereka datang untuk memikul beban yang tidak dipikul manusia di zamannya, dan
mereka merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat..”
(Anis Matta)

Ruang khayal kita selalu dipenuhi sederet nama tokoh pejuang masa lalu, sebutlah Pattimura, Imam
Bonjol, Sisingamangaraja, Teuku Umar dan sederet nama popular lainnya ketika terkenang sejarah kepahlawanan negeri ini. Masa demi masa bergulir. Sosok pahlawan terpatri pada nama-nama semisal Bung Karno, Bung Hatta,Bung Tomo dan pejuang-pejuang lain di era ’45. Mereka dengan semangat heroisme memobilisasi kemerdekaan yang telah lama didamba oleh segenap bangsa Indonesia. Dengan semangat yang berlipat ganda, mereka tidak pernah berhenti menggelorakan kepercayaan diri yang tiada henti sampai akhirnya Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Membaca serial kepahlawanan yang ditulis Anis Matta untuk Tarbawi seolah membaca buku panduan
untuk mencari sosok pahlawan saat ini. Pahlawan bukanlah orang suci yang diturunkan dari langit ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis. Mereka tidak harus tercatat dalam buku sejarah atau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa. Mereka adalah manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya. Mereka merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung, karya kepahlawanan adalah tabung jiwa dalam masa yang lama.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”.
Demikian adagium yang kerap terucap. Akan tetapi, paralelkah adagium itu dengan upaya dan itikad kita untuk betul-betul melaksanakannya dalam keseharian?
Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan. Kita memang perlu mengenang jasa-jasa yang telah ditorehkan para pahlawan terdahulu, itu menandakan bahwa bangsa ini tahu berterima kasih. Bahwa pula bangsa ini tidak kacang lupa akan kulitnya. Tulang rapuh para pahlawan telah menjadi tiang penyangga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, peringatan Hari Pahlawan dalam konteks masa kini dirasa kurang kadar kualitasnya heroiknya. Saat ini kualitas peringatan itu semakin menurun dari tahun ke tahun. Dalam artian, kita tidak mampu menghayati dan merefleksikan makna Pahlawan yang sebenarnya. Peringatan Hari Kemerdekaan yang diperingati sekarang, pada dasarnya lebih kepada peringatan yang bersifat serimonial, bukan mengacu pada refleksi dalam memberikan makna baru kepahlawanan dan berusaha mengisi kemerdekaan yang telah diraih dengan
semangat yang baru pula.

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan
perkembangan zaman. Menjadi seorang pahlawan saat ini tidaklah harus cakap menggunakan bambu runcing, bayonet atupun tombak seperti pahlawan tempo dulu. Bukan saja musuh yang dihadapi saat ini tidak berwujud bagai tentara - tentara negara imperialis yang tidak berperikemanusiaan dan berkeadilan. Kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan dan kenestapaanlah yang menjadi wajah musuh bangsa kita saat ini. Pahlawan hanyalah mereka yang tidak lepas dari keberanian dalam membela kebenaran, kegigihan dalam memperjuangkan keadilan dan kemampuan dalam mengatasi problem. Tidak hanya itu saja, dewasa ini kita membutuhkan pahlawan yang betul-betul mempunyai perhatian dan kepedulian untuk membawa perubahan mendasar terhadap bangsa Indonesia. Kita membutuhkan pahlawan yang mampu menangkap para koruptor yang telah menyengsarakan
rakyat banyak.

Memang tidak mudah untuk menjadi pahlawan. Mungkin lebih mudah bagi kita menjadi pahlawan kesiangan, yakni orang yang baru mau berjuang setelah masa sulit berakhir atau orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang. Mungkin risau yang kita rasakan saat ini. Risau karena bangsa ini kini mengalami kelangkaan akan jumlah pahlawan. Apakah karena kini rahim-rahim wanita menjadi pelit untuk melahirkan sosok-sosok pahlawan baru? Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya diperingati tiap 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing.

“Jangan pernah menanti kedatangan mereka atau menggodanya untuk datang ke sini. Mereka tidak akan pernah datang. Mereka bahkan sudah ada di sini. Mereka lahir dan besar di sini, di negeri ini. Mereka adalah aku, kau, dan kita semua.”

Sabtu, 27 Juni 2009

fungsi blog sebenarnya..

apa fungsi blog yang sebenarnya..

1. cuma ajang curhat a.k.a curcol..? (klo dh di post di blog namanya bukan curcol kaleee...)


2. cuma ajng ikut2an, karena sekarang lagi ngetrend buku berdasarkan tulisan2 di blog. (baca:Raditya Dika).

3. mengembangkan citizen journalism.


aiiaaahhh.. buat point yang ke-3 ini nampaknya butuh pengetahuan lebih dalem supaya bisa ngerti maksudnya.

sepenangkep saya, citizen journalism itu adalah suatu era, dimana ditandai dengan keaktifan warga untuk menulis berita.
era ini mulai berkembang di Amerika sekitar tahun 80'an.
ciri yang paling mudah dikenal adalah, munculnya blog-blog yang semakin menjamur.

seperti kaidah mata uang yang memiliki 2sisi.
citizem jounalism memiliki dampak positif dan negatif.

dampak positifnya,
warga semakin aktif.
mereka mencari dan mempublikasikan berita.
semakin mudah bagi masyarakat untuk up-date akan berita.
tidak ada warga yang ketinggalan berita.

sisi negatifnya,
peran wartawan termajinalkan. hehe
karena wartawan harus berebut berita dengan lebih banyak manusia.
peran media cetak juga akan terdesak dengan menjamurnya era citizen journalism.

di Indonesia, beberapa praktisi media cetak, sebut saja Dahlan Iskan pernah mengatakan, lambat laun media cetak akan habis.
surat kabar akan gulung tikar.

namun,
luwi iswahni dalam bukunya catatan-catatan jurnalisme dasar mengatakan,
media cetak tidak akan mati.
ia akan selalu menemukan cetak untuk menjaga eksistensinya di tengan himpitan citizen jounalism.

bagaimana jadinya....

23:58 21/06/2009

bagaimana jadinya jika aku benar jatuh hati padamu..

mengenalmu saja tidak.

mengetahui warna kesukaanmu, tidak.
mengetahui makanan favoritmu, tidak.
mengetahui hewan peliharaanmu, tidak.
bahkan, mengetahui dimana tempat lahirmu saja, juga tidak.

ataukah ini hanya karena aku sedang sendiri.
dan hanya pesan singkat darimu yang menemani hariku.

aku cemburu ketika wanita lain mengirim wall untukmu.
aku tidak suka melihat fotomu mesra dengan teman wanitamu.

aku tidak suka.

Bagaimana detak jantungku naik belipat ganda.
Hanya karena membaca pesan singkat darimu.

Bagaimana aku seperti orang linglung.
dengan kelakuanku on-line facebook tiap jam.
hanya untuk memastikan ada tidak comment status atau sekedar jempol darimu.

Bagaimana stres dan emosi melandaku.
hanya karena tulisan pending muncul di laporan pesan singkatku untukmu.

tolong.
aku ingin ini tidak hanya canda.
aku ingin lebih dari ini.

bagaimana jadinya jika aku benar jatuh hati padamu..